Notifedia.com, SIDRAP — Ancaman gagal panen akibat kemarau panjang mulai menghantui sejumlah petani di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Sidrap bersama Batalyon B Sat Brimob Polda Sulawesi Selatan turun langsung membantu petani dengan memasok air ke lahan persawahan.

Bantuan tersebut dilakukan di sejumlah petak sawah yang berada di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap. Minggu, 9/8/26.
Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yudha mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap para petani yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat musim kemarau panjang.
Menurutnya, sejumlah lahan persawahan di wilayah tersebut sudah lebih dari satu bulan tidak mendapatkan pasokan air. Kondisi ini mulai mengancam tanaman padi yang tengah memasuki fase penting sebelum masa panen.
“Kita tahu bersama bahwa saat ini sedang terjadi musim kemarau panjang yang dapat menyebabkan gagal panen. Kami melihat ada beberapa titik petak sawah yang terancam gagal panen,” ujar AKBP Indra Waspada Yudha.

Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah tanaman padi bahkan mulai mengalami perubahan warna akibat kekurangan air.
Sementara itu, masa tanam yang tersisa diperkirakan sekitar satu bulan atau kurang lebih 30 hari lagi menuju masa panen.
“Sudah satu bulan lebih lamanya para petani tidak mendapatkan pasokan air. Ini bisa menyebabkan gagal panen. Sedangkan sisa masa tanam kurang lebih tinggal satu bulan lagi,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Polres Sidrap bersama Batalyon B Sat Brimob Polda Sulsel berinisiatif memberikan bantuan pengisian air ke sejumlah petak sawah. Upaya itu dilakukan dengan menggandeng pemerintah desa serta masyarakat setempat.
AKBP Indra berharap bantuan tersebut dapat membantu mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen, sehingga para petani tidak mengalami kerugian akibat gagal panen.
“Dengan inisiatif bersama, akhirnya kita melakukan perbantuan kepada para petani. Harapannya tidak terjadi gagal panen dan para petani dapat melaksanakan panen tepat pada waktunya,” katanya.
Kapolres Sidrap juga memastikan kegiatan bantuan pasokan air tersebut tidak berhenti di satu lokasi. Rencananya, kegiatan akan terus dilakukan selama beberapa hari ke depan dengan menyasar lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air.
“Rencananya akan kita lakukan beberapa hari ke depan. Insyaallah, kita akan berupaya membantu para petani yang ada di Kabupaten Sidrap mendapatkan pasokan air,” pungkasnya.
Langkah Polres Sidrap bersama Brimob tersebut menjadi bentuk sinergi kepolisian dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau panjang sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pertanian di Kabupaten Sidrap.

