Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Notifedia
    • Home
    • Regional
    • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Politik
    • Opini
    • Video
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Notifedia
    Home»Regional»Aliansi Ormas Lintas Generasi Parepare Gelar Aksi “Selamatkan Indonesia”, Sampaikan 10 Tuntutan
    Regional

    Aliansi Ormas Lintas Generasi Parepare Gelar Aksi “Selamatkan Indonesia”, Sampaikan 10 Tuntutan

    notifediaBy notifediaAgustus 20, 2026Updated:Agustus 20, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Notifedia.com, PAREPARE — Aliansi Ormas Lintas Generasi Kota Parepare menggelar aksi demonstrasi dan mimbar bebas bertajuk “Parepare Bergerak, Aksi Merdeka Selamatkan Indonesia”, Kamis (20/8/2026).

    Aksi tersebut diawali di Jalan Delima, samping Islamic Center Kota Parepare, sebelum massa bergerak menuju Kantor DPRD Kota Parepare untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka.

    Dalam orasinya, Jenlap aksi Muchtasim Ari Pasieh menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keresahan terhadap kondisi bangsa.

    “Tema kita adalah mimbar bebas. Kita ingin menyampaikan seperti apa keresahan masyarakat kita yang hari ini ingin mengepulkan dapurnya, tetapi kemudian berpikir ke mana mereka mencari gas,” ujar Acing panggilannya dalam orasinya.

    Ia juga menyinggung makna kemerdekaan yang menurutnya saat ini masih dirasakan belum sepenuhnya menghadirkan kebebasan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

    Menurutnya, suara kemerdekaan yang dikumandangkan dalam aksi tersebut diharapkan menjadi simbol keresahan masyarakat yang harus didengar oleh pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

    Sementara itu, salah satu pemantik orasi, Rahman Saleh, mengajak massa untuk tetap bertahan menyampaikan aspirasi meski harus berada di bawah terik matahari.

    Dalam orasinya, Rahman menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah pusat. Ia menilai berbagai persoalan bangsa saat ini tidak terlepas dari kebijakan dan perilaku pejabat negara.

    Rahman juga mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan menyebut sejumlah persoalan yang menurutnya semakin memperbesar keresahan masyarakat.

    “Kalau kita jujur, hati nurani kita yang paling dalam, Indonesia ini sudah ada di tepi jurang,” ujarnya dalam orasi.

    Ia juga menyinggung isu korupsi, kesejahteraan masyarakat, hingga persoalan hubungan pemerintah pusat dengan daerah. Sejumlah pernyataan dalam orasi tersebut merupakan pandangan dan penilaian dari massa aksi.

    Dalam aksi tersebut, massa kemudian membacakan 10 tuntutan, yakni:
    1. Menyatakan pemerintahan Prabowo-Gibran telah gagal mengemban amanah rakyat. Massa aksi menilai pemerintahan saat ini hanya melanjutkan warisan kerusakan dan kebijakan destruktif dari rezim 10 tahun kepemimpinan sebelumnya.
    2. Mendesak Presiden Prabowo Subianto kembali kepada haluan visi Indonesia yang kuat dan berdaulat, atau menghadapi gelombang mosi tidak percaya dan kekuatan rakyat yang menuntut perubahan.
    3. Menuntut Presiden Prabowo melepaskan diri dari apa yang disebut massa sebagai cengkeraman “Geng Solo”, oligarki, serta intervensi institusi “Partai Cokelat” yang menurut mereka mencederai marwah penegakan hukum.
    4. Meminta Presiden melakukan evaluasi total dan perombakan mendasar terhadap tata kelola birokrasi, termasuk merampingkan kabinet serta melakukan audit terhadap sejumlah program pemerintah seperti MBG, KOPDES, dan Sekolah Rakyat yang dinilai massa aksi rawan menjadi ladang rente dan korupsi elite kekuasaan.
    5. Mendesak DPR/MPR RI memproses pemakzulan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden RI. Massa aksi menyatakan proses tersebut sejak awal dinilai bermasalah dari sisi hukum, etika, dan konstitusi.
    6. Menuntut penegakan hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu, termasuk meminta mantan Presiden Joko Widodo ditangkap dan diadili sebagai bentuk penerapan asas persamaan di depan hukum. Tuntutan ini merupakan sikap politik massa aksi dan belum merupakan putusan hukum.
    7. Mendukung pembentukan Kabinet Bayangan (Shadow Cabinet) yang terdiri dari aktivis, cendekiawan, dan akademisi kritis sebagai bentuk kontrol moral terhadap jalannya pemerintahan.
    8. Mengapresiasi kesediaan Dr. Syukur Mandar memimpin gerakan perubahan total dan gerakan revolusi konstitusional di Indonesia, yang oleh massa aksi disebut sebagai upaya menyelamatkan masa depan bangsa.
    9. Menyerukan masyarakat Sulawesi bersatu menuntut keadilan distributif yang merata serta menolak pengabaian hak-hak daerah dengan alasan efisiensi anggaran. Massa juga menyerukan deklarasi “Sulawesi Merdeka” apabila pemerintah dinilai tidak mampu menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat daerah.
    10. Menyerukan kaum intelektual, akademisi, ulama, dan ustaz untuk tidak diam, melainkan bangkit menyuarakan kebenaran dan berdiri bersama rakyat dalam menghadapi persoalan yang dinilai sebagai bentuk ketidakadilan.

    Aksi tersebut menjadi ruang bagi Aliansi Ormas Lintas Generasi Kota Parepare untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah sekaligus menyerukan perubahan terhadap berbagai persoalan yang mereka nilai sedang dihadapi masyarakat dan bangsa Indonesia.

    Seluruh tuntutan tersebut merupakan aspirasi dan sikap politik massa aksi yang disampaikan dalam kegiatan mimbar bebas dan tidak serta-merta merupakan fakta atau kesimpulan hukum yang telah diputus oleh lembaga berwenang.

    AksiMerdeka MimbarBebas ParepareBergerak SelamatkanIndonesia
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    notifedia
    • Website
    • Instagram

    Related Posts

    PELNI Parepare Klarifikasi Soal Pembayaran Tiket Wajib EDC, Tegaskan Ada Banyak Pilihan Pembayaran

    Agustus 11, 2026

    Polres Sidrap dan Brimob Bantu Petani, Selamatkan Sawah dari Ancaman Gagal Panen

    Agustus 10, 2026

    Tiket di PELNI Parepare Dipertanyakan, Warga Mengaku Dipersulit dan Soroti Harga Travel

    Agustus 10, 2026

    Comments are closed.

    Arsip
    • Agustus 2026
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    Arsip
    • Agustus 2026
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.