Notifedia.com, Parepare – Arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah melalui jalur laut di Pelabuhan Nusantara Parepare diprediksi mengalami peningkatan pada tahun 2026.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Parepare telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan kelancaran serta keselamatan para pemudik.
Kepala Kantor KSOP Kelas III Parepare saat ini dijabat oleh Shaiful Horry, S.H., M.H, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Humas KSOP Parepare, Eko Parayetno, dalam menyampaikan kesiapan menghadapi arus mudik kepada para jurnalis. Sabtu, (14/3/26).

Eko Parayetno menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari kesiapan armada kapal, pengawasan keselamatan pelayaran, hingga pembentukan posko terpadu angkutan laut Lebaran.
“Untuk melayani arus mudik tahun ini, terdapat 14 kapal yang beroperasi di Pelabuhan Nusantara Parepare, terdiri dari 4 kapal milik PT Pelni dan 10 kapal swasta,” jelasnya.
Adapun kapal yang akan melayani penumpang selama masa mudik di antaranya KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Binaiya, KM Egon, KM Quen Soya, KM Pantokrator, KM Cattelya Express, KM Aditya, KM Thalia, KM Dharma Kartika 9, KM Dharma Ferry 3, KM Prince Soya, KM Swarna Bahtera, dan KM Tanjung Manis.
KSOP Parepare juga memastikan setiap kapal memenuhi standar keselamatan sebelum berlayar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan kelaikan kapal (ramp check).
“Beberapa kapal yang telah dilakukan ramp check di antaranya KM Pantokrator, KM Tanjung Manis, dan KM Quens Soya untuk memastikan kelengkapan keselamatan serta kapasitas penumpang sesuai aturan,” ujarnya.
Puncak Mudik Diprediksi 13 dan 16 Maret
KSOP Parepare memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 13 dan 16 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan terjadi pada 25 dan 28 Maret 2026.

Berdasarkan data pergerakan penumpang, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, tercatat jumlah penumpang naik (berangkat) dari Parepare mencapai 27.198 orang dan diprediksi meningkat menjadi sekitar 28.558 penumpang pada tahun ini.
Sementara jumlah penumpang turun (tiba) pada tahun 2025 sebanyak 38.994 orang dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 40.944 penumpang.
Menurut Eko Parayetno, sejumlah rute pelayaran dari Parepare masih menjadi tujuan favorit para pemudik, terutama menuju wilayah Kalimantan.
“Sebagian besar penumpang berasal atau menuju Balikpapan, Samarinda, dan Nunukan,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran akan mulai beroperasi pada 13 Maret hingga 30 Maret 2026 di Pelabuhan Nusantara Parepare.
Posko tersebut melibatkan berbagai instansi, di antaranya TNI AL, Polair, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), serta instansi terkait yang berada di kawasan pelabuhan.
Koordinasi lintas instansi ini dilakukan untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta pelayanan kepada para penumpang selama masa angkutan Lebaran.
KSOP Parepare juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut agar selalu mematuhi aturan keselamatan.
“Penumpang diharapkan membeli tiket resmi, datang lebih awal ke pelabuhan, serta mengikuti seluruh aturan keselamatan yang berlaku demi kenyamanan dan keamanan bersama,” tutup Eko Parayetno.
Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Nusantara Parepare dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

