Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Notifedia
    • Home
    • Regional
    • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Politik
    • Opini
    • Video
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Notifedia
    Home»Hukum & Kriminal»KAHMI Parepare Resmi Laporkan Dugaan Provokasi Terkait Video Jusuf Kalla
    Hukum & Kriminal

    KAHMI Parepare Resmi Laporkan Dugaan Provokasi Terkait Video Jusuf Kalla

    notifediaBy notifediaApril 20, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Notifedia.com, Parepare — Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Parepare bergerak cepat. Senin (20/4/2026), jajaran pengurus mendatangi Mapolres Parepare untuk memasukkan laporan resmi terkait dugaan provokasi serta pencemaran nama baik yang dipicu oleh beredarnya video viral yang menampilkan Jusuf Kalla.

    Video tersebut diduga telah dipotong dan diedit sehingga menimbulkan tafsir yang berbeda dari konteks aslinya. KAHMI menilai, penyebaran potongan video itu berpotensi memicu kegaduhan publik dan mengganggu kerukunan antarumat beragama. Dua nama yang disorot dalam laporan tersebut adalah Abu Janda dan Ade Armando, yang disebut sebagai pihak yang menyebarluaskan konten kontroversial tersebut.

    Pelaporan dilakukan di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Parepare. Sebelum proses administrasi, rombongan KAHMI terlebih dahulu diterima di lobi Mapolres oleh Kabag Ops Kompol Slamet, didampingi Kasat Intel AKP Burhanuddin serta Kasat Reskrim AKP Agus.

    Ketua KAHMI Kota Parepare, Rahmat Syamsu Alam, menegaskan bahwa pihaknya merasa terganggu dengan beredarnya video yang dinilai telah dipelintir. Ia menyebut, potongan video tersebut telah memicu berbagai reaksi di tengah masyarakat, bahkan hingga menimbulkan gelombang protes dari sejumlah kalangan lintas agama.

    “Video berdurasi panjang dipotong lalu disebarkan tanpa konteks utuh. Ini jelas menimbulkan kegaduhan dan berpotensi memecah belah. Kami menduga ada motif di balik penyebaran ini,” tegas Rahmat.

    Menurutnya, tindakan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena telah menyeret isu sensitif yang berkaitan dengan hubungan antarumat beragama. KAHMI pun meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

    Senada dengan itu, senior KAHMI Parepare, Rahman Saleh, menilai bahwa kasus ini bukan semata soal figur Jusuf Kalla, melainkan sudah menyentuh sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat.

    “Ini bukan hanya soal Pak JK sebagai tokoh KAHMI, tapi dampaknya sudah mengarah pada potensi konflik antarumat beragama. Video yang dipelintir ini bisa memicu kesalahpahaman luas,” ujarnya.

    Ia menambahkan, langkah pelaporan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral KAHMI untuk menjaga stabilitas sosial dan mencegah munculnya konflik akibat disinformasi.

    KAHMI berharap Polres Parepare segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menerbitkan nomor laporan polisi (LP) sebagai dasar proses hukum lebih lanjut.

    Mereka juga mendesak agar aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyebaran konten yang berpotensi memecah belah masyarakat.

    “Harapan kami sederhana, agar keadilan ditegakkan dan kejadian serupa tidak terulang. Keberagaman yang selama ini terjaga jangan sampai rusak hanya karena konten yang dipelintir,” tutup Rahman.

    Kasus ini kini menunggu langkah lanjutan dari pihak kepolisian, di tengah sorotan publik terhadap maraknya penyebaran konten digital yang dinilai kerap keluar dari konteks aslinya dan berpotensi menimbulkan konflik sosial.

    KAHMI Kota parepare pelaporan Polisi Polres parepare
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    notifedia
    • Website
    • Instagram

    Related Posts

    Antween Fest Last Memories 2026 Siap Digelar, Warga Parepare Diajak Ramaikan Tribute To R-Ween JR

    Juli 18, 2026

    Dari Pengurus untuk Korban, Gepembi Parepare Salurkan Donasi bagi Warga Terdampak Kebakaran

    Juli 17, 2026

    Aliansi Masyarakat Parepare Segel Indomaret Nurussamawati, Tenri Wara: Penegakan Perda Jangan Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas

    Juli 13, 2026

    Comments are closed.

    Arsip
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    Arsip
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.