Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook Instagram
    Notifedia
    FOLLOW Login
    • Home
    • Regional
    • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Politik
    • Opini
    • Video
    Notifedia
    Home»Hukum & Kriminal»LSM PAKAR Desak Kejaksaan Audit Peran Korwil MBG Parepare, Soroti Pengawasan Dapur yang Beroperasi Sebelum Penuhi Persyaratan
    Hukum & Kriminal

    LSM PAKAR Desak Kejaksaan Audit Peran Korwil MBG Parepare, Soroti Pengawasan Dapur yang Beroperasi Sebelum Penuhi Persyaratan

    notifediaBy notifediaJuni 21, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share
    Facebook WhatsApp

    Notifedia.com, PAREPARE – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PAKAR mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan, untuk melakukan audit dan pendalaman terhadap peran Koordinator Wilayah (Korwil) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Parepare, Bagus Triantoro.

    Desakan tersebut muncul menyusul sejumlah temuan terkait operasional dapur MBG yang diduga telah berjalan sebelum seluruh persyaratan yang ditetapkan terpenuhi.

    Ketua LSM PAKAR, Tenri Wara, menegaskan bahwa publik berhak mendapatkan penjelasan yang transparan mengenai mekanisme pengawasan yang dilakukan terhadap dapur-dapur MBG yang telah beroperasi.

    “Yang menjadi pertanyaan publik hari ini bukan sekadar soal dapur beroperasi atau tidak, tetapi bagaimana fungsi pengawasan dijalankan. Jika ditemukan dapur yang belum memenuhi seluruh persyaratan namun sudah beroperasi, maka perlu ditelusuri siapa yang memastikan dapur tersebut layak menjalankan kegiatan,” ujar Tenri Wara.

    Menurutnya, Korwil MBG memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan pelaksana program di daerah yang bertanggung jawab dalam aspek koordinasi, monitoring, serta pengawasan pelaksanaan program.

    Karena itu, kata Tenri, perhatian publik kini wajar tertuju pada peran Korwil dalam memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar kelayakan sebelum memberikan layanan kepada masyarakat.

    “Jangan sampai muncul kesan bahwa aspek administrasi, sanitasi, dan kelayakan hanya menjadi formalitas yang dipenuhi belakangan setelah dapur beroperasi. Jika benar demikian, tentu ini menjadi persoalan serius dalam tata kelola program,” tegasnya.

    LSM PAKAR menilai audit terhadap Korwil penting dilakukan guna menjawab sejumlah pertanyaan mendasar terkait proses verifikasi dan pengawasan yang dilakukan selama ini.

    Beberapa hal yang menurut mereka perlu ditelusuri antara lain apakah proses verifikasi telah berjalan sesuai prosedur, apakah terdapat rekomendasi operasional yang diberikan sebelum seluruh persyaratan terpenuhi, serta sejauh mana pengawasan lapangan telah dilakukan.

    Selain itu, Tenri juga menyoroti keberadaan salah satu dapur MBG yang berlokasi di Jalan Bambu Runcing. Menurutnya, dapur tersebut perlu dievaluasi dari berbagai aspek, termasuk dampak operasional terhadap lingkungan sekitar, sistem pengelolaan limbah, hingga kelayakan akses dan area parkir.

    “Jika sebuah dapur melayani produksi dan distribusi makanan dalam jumlah besar setiap hari, maka seluruh aspek pendukungnya harus dipastikan memenuhi standar. Pertanyaannya, apakah evaluasi itu sudah dilakukan secara menyeluruh sebelum operasional berjalan?” katanya.

    Tenri menegaskan bahwa permintaan audit tersebut bukan merupakan tuduhan terhadap individu tertentu. Namun demikian, ia menilai jabatan Korwil tidak boleh luput dari evaluasi apabila muncul persoalan yang menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

    “Korwil adalah pihak yang paling mengetahui kondisi lapangan. Karena itu, audit terhadap peran dan tanggung jawab Korwil menjadi penting untuk memastikan apakah seluruh mekanisme pengawasan telah dijalankan sebagaimana mestinya atau justru terdapat kelemahan yang memungkinkan persoalan ini terjadi,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Tenri menyatakan bahwa apabila hasil audit menunjukkan seluruh prosedur telah dilaksanakan sesuai ketentuan, maka hal tersebut akan menjadi klarifikasi yang baik bagi publik. Namun apabila ditemukan adanya kelalaian pengawasan atau penyimpangan tata kelola, maka aparat penegak hukum diminta untuk menindaklanjutinya sesuai aturan yang berlaku.

    “Kami meminta Kejaksaan tidak hanya memeriksa aspek administratif dapur, tetapi juga menelusuri rantai pengambilan keputusan dan pengawasan yang melekat pada Korwil MBG Parepare. Publik berhak mengetahui apakah persoalan yang terjadi murni akibat kelemahan sistem atau ada faktor lain yang menyebabkan standar kelayakan seolah dapat dikesampingkan,” tutup Tenri Wara.

    dapur MBG korwil sppg Kota parepare SPPG
    Share. Facebook WhatsApp
    Previous ArticleMahasiswa Universitas Ciputra Makassar Latih UMKM Teh Poci Arsi Manfaatkan AI untuk Promosi Digital
    notifedia
    • Website
    • Instagram

    Related Posts

    Mahasiswa Universitas Ciputra Makassar Latih UMKM Teh Poci Arsi Manfaatkan AI untuk Promosi Digital

    Juni 18, 2026

    Polres Parepare Ungkap Peredaran 40 Kg Sabu Jaringan Internasional, Lima Pelaku Diamankan

    Juni 10, 2026

    Isu Perpindahan Barang Sitaan di Gudang Bea Cukai Parepare Kian Menguat, Warga dan Media Minta Penjelasan Resmi

    Juni 5, 2026

    Dugaan Perpindahan Barang Sitaan di Gudang Bea Cukai Parepare Jadi Sorotan, Warga Minta Transparansi

    Juni 4, 2026

    Comments are closed.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    © 2026 Notifedia.Com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?