Notifedia.com, Makassar – Anggota Young Lawyers Committee (YLC) PERADI Makassar, Prayudi Hasyim, SH, menyampaikan pernyataan sikap keras terhadap pimpinan daerah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, terkait kematian seorang anak berusia 10 tahun yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pulpen akibat keterbatasan ekonomi keluarganya.
Dalam pernyataannya, Prayudi mengaku sangat prihatin sekaligus marah atas peristiwa tersebut. Sebagai advokat yang menaruh perhatian pada isu perlindungan anak dan anak yang berhadapan dengan hukum, ia menilai kejadian itu mencerminkan kegagalan sistem sosial di daerah.
Menurutnya, ketidakhadiran pimpinan daerah di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi ekstrem menunjukkan tidak berjalannya pranata sosial, budaya, pendidikan, dan keagamaan secara optimal. Hal tersebut, kata dia, menjadi pukulan bagi nurani siapa pun yang peduli terhadap perlindungan anak.
“Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kasus biasa. Ini adalah sinyal bahwa sistem perlindungan anak di daerah tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Prayudi dalam pernyataan tertulisnya.

Atas dasar itu, ia menuntut pimpinan daerah Kabupaten Ngada untuk segera mengambil langkah konkret, di antaranya:
Hadir langsung membantu keluarga korban guna meningkatkan kondisi ekonomi mereka.
Mengaktifkan kembali peran RT/RW dalam pendataan masyarakat kurang mampu secara objektif dan tanpa tebang pilih.
Memberikan perlindungan ekstra bagi anak di bawah umur, baik di lingkungan sekolah maupun tempat bermain.
Memprioritaskan pemenuhan hak-hak dasar anak dari keluarga kurang mampu.
Mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Ngada untuk lebih partisipatif dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.
Prayudi menegaskan, kasus ini harus menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia agar lebih serius dalam memastikan hak dasar anak, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, dapat terpenuhi.
“Tidak boleh ada lagi anak yang kehilangan masa depan hanya karena tidak mampu membeli kebutuhan sekolah,” tegasnya.

