Notifedia.com, PAREPARE — Laga final Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 diperkirakan bakal menyedot perhatian besar masyarakat. Tingginya animo penonton diprediksi membuat jumlah penonton yang hadir di stadion mencapai lebih dari 5.000 orang.
Ketua Panitia Piala Gubernur Sulsel 2026, Erwin Sodding, saat bertemu dengan media Kota Parepare mengatakan estimasi tersebut didasarkan pada hasil analisis dan laporan masing-masing manajemen tim finalis, serta melihat tingginya antusiasme masyarakat selama turnamen berlangsung. Senin, 21/9/26.
Menurutnya, kapasitas stadion sendiri berada di kisaran 8.547 penonton. Namun, berdasarkan estimasi sementara dari masing-masing tim yang akan tampil di partai puncak, jumlah penonton yang hadir diperkirakan tidak kurang dari 5.000 orang.
“Melihat animo dan hasil akumulasi analisis serta estimasi dari masing-masing manajer, ini insyaallah tidak kurang dari 5.000 orang,” ujar Erwin Sodding.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut masih merupakan angka yang dapat diidentifikasi berdasarkan mobilisasi pendukung masing-masing tim. Di luar itu, masih terdapat penonton yang datang secara mandiri karena memang memiliki ketertarikan terhadap sepak bola.
“Angka yang kami pegang sekarang adalah angka yang bisa diidentifikasi oleh manajemen tim masing-masing. Tapi ada penonton yang non-mobilisasi yang kita tidak tahu. Misalnya teman-teman di Parepare yang bukan pendukung Bone atau Sidrap, tetapi memang mau menonton bola. Itu tidak bisa kita identifikasi, sehingga bisa saja jumlahnya lebih dari itu,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga keamanan, panitia bersama unsur pengamanan telah melakukan pembagian lokasi tribun bagi pendukung masing-masing tim.
Berdasarkan hasil rapat dengan personel pengamanan, pendukung Bone akan menempati area VIP Utara untuk tribun tertutup, sementara untuk tribun terbuka berada di kawasan Utara dan Timur Utara.
Sementara pendukung Sidrap akan menempati VIP Selatan untuk tribun tertutup, serta area Timur Selatan dan tribun terbuka Selatan.
Pembagian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memisahkan kelompok suporter dan mempermudah pengaturan arus penonton selama pertandingan berlangsung.
Erwin juga menyinggung sejumlah kejadian yang menjadi perhatian pada pertandingan sebelumnya. Menurutnya, tensi pertandingan yang tinggi serta besarnya mobilisasi pendukung menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi panitia.
Beberapa perilaku yang dinilai berada di luar koridor pertandingan juga menjadi bahan evaluasi panitia menjelang partai final.
“Memang ada hal-hal yang kemudian dianggap keluar dari koridor pertandingan. Pasti ada. Inilah yang kemudian kami jadikan catatan,” katanya.
Ia menegaskan, panitia tidak ingin menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang terjadi selama penyelenggaraan turnamen.
Menurutnya, evaluasi diperlukan agar pelaksanaan pertandingan berikutnya dapat berjalan lebih baik.
“Kami tidak bisa lagi memperbaiki hal yang sudah terlanjur jalan. Tetapi kami bisa memperbaiki diri dengan lebih baik lagi, tentu saja dibantu dengan otoritas, karena kami tidak bisa bergerak sendiri,” ujar Erwin.
Salah satu inovasi yang diterapkan dalam Piala Gubernur Sulsel 2026 adalah penggunaan video supporting dalam pelaksanaan pertandingan.
Erwin menyebut penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya panitia meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen.
Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut juga menjadi pengalaman baru bagi panitia dalam menggelar kompetisi sepak bola.
“Penggunaan video supporting yang kami implementasikan di Piala Gubernur ini adalah salah satu bentuk belajar kami. Kami mau progres, kami mau upgrade. Ini sebenarnya hal perdana yang dilakukan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, setiap turnamen tentu memiliki kekurangan. Karena itu, berbagai catatan yang muncul selama babak kualifikasi hingga semifinal akan menjadi bahan evaluasi.
Panitia, lanjut Erwin, juga tidak bekerja sendiri. Pelaksanaan turnamen melibatkan berbagai unsur, mulai dari asosiasi provinsi yang menangani perangkat wasit, panitia lokal di Parepare, hingga unsur pengamanan.
“Panitia pelaksana hanya penyelenggara. Komponen wasit diatur oleh asosiasi provinsi, komponen lapangan ada panitia lokal di Parepare, pengamanan ada teman-teman. Jadi kami tidak bergerak sendiri, kami kolektif,” jelasnya.
Selain pertandingan final, panitia juga telah menyiapkan sejumlah penghargaan bagi tim dan individu yang berprestasi dalam Piala Gubernur Sulsel 2026.
Untuk kategori tim, penghargaan akan diberikan kepada juara pertama, juara kedua, serta juara ketiga bersama.
Sementara penghargaan individu meliputi Best Player, Top Scorer, Best Goalkeeper, dan Best Coach.
Adapun total hadiah yang disiapkan panitia untuk seluruh rangkaian penghargaan tersebut mencapai Rp500 juta.
“Intinya total hadiah Rp500 juta,” kata Erwin.
Rangkaian pertandingan final nantinya juga akan dirangkaikan dengan seremoni penutupan dan penyerahan trofi serta penghargaan kepada para pemain dan tim yang berhasil meraih prestasi.
Dengan prediksi kehadiran lebih dari 5.000 penonton, panitia berharap laga final Piala Gubernur Sulsel 2026 dapat berlangsung meriah sekaligus tetap aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.
