Notifedia.com, PAREPARE – Pengawas SPBU 74.911.53 Jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 3 Kota Parepare, Ibu Ani, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan insiden di area SPBU pada Rabu (24/6/2026).
Menurut Ibu Ani melalui telpon yang di hubungi oleh jurnalis Notifedia mengatakan peristiwa tersebut berawal saat stok BBM yang tersedia di SPBU dalam kondisi terbatas.
Pihak SPBU saat itu melakukan pengaturan penyaluran BBM karena harus menyisakan stok untuk kebutuhan pelanggan tetap serta kendaraan yang bersifat pelayanan darurat.
“Kondisi stok saat itu memang sudah menipis. Kami tidak bisa memaksakan penjualan terus-menerus karena harus memperhitungkan kebutuhan pelayanan tertentu yang memang harus tetap terlayani,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa pada saat kejadian terdapat sebuah kendaraan yang datang untuk melakukan pengisian BBM. Namun karena kondisi stok yang terbatas, kendaraan tersebut belum dapat dilayani sebagaimana kendaraan lainnya.
Menurutnya, kesalahpahaman kemudian terjadi setelah pengendara tersebut melihat adanya kendaraan lain yang masih mendapatkan pelayanan pengisian BBM.
“Yang diisi saat itu adalah kendaraan gas yang memang menjadi bagian dari pelayanan yang harus tetap berjalan. Hal itu juga sudah sesuai dengan ketentuan pelayanan yang berlaku,” katanya.
Ibu Ani membantah adanya tindakan kekerasan maupun pemukulan seperti informasi yang sempat beredar.
“Tidak ada pemukulan. Tidak ada tindakan kekerasan. Yang terjadi hanya kesalahpahaman dan adu argumen karena yang bersangkutan merasa keberatan saat tidak mendapatkan pelayanan pengisian BBM,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa SPBU memiliki sejumlah pelanggan tetap yang keberadaannya telah diketahui dan dilaporkan kepada pihak Pertamina.
Menurutnya, sistem tersebut bukan sesuatu yang disembunyikan dan merupakan bagian dari pengaturan operasional agar pelayanan terhadap kebutuhan tertentu tetap dapat berjalan ketika stok terbatas.
Selain itu, pengawas SPBU mengaku bahwa pegawainya sempat merasa terganggu karena kendaraan yang bersangkutan di parkir begitu saja di depan pengisian dan drivernya pergi, hampir sejam lebih baru aman itu pun karena saya telah menelpon pihak keamanan dan segera merpat ke SPBU dan memediasikan. Tutupnya.
Ada sesuatu hal yang ganjil terkait dengan adanya pengakuan Pengawas bahwa adanya kendaraan langganan yang mana hanya langganan yang di berikan muatan BBM sedangkan Yang di ketahui bahwa SPBU adalah tempat pengisian umum untuk semua kalangan.

