Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook Instagram
    Notifedia
    FOLLOW Login
    • Home
    • Regional
    • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Politik
    • Opini
    • Video
    Notifedia
    Home»Regional»Gaji PPPK Tertahan, Mahasiswa Nilai Pemkot Parepare Abai Kesejahteraan
    Regional

    Gaji PPPK Tertahan, Mahasiswa Nilai Pemkot Parepare Abai Kesejahteraan

    notifediaBy notifediaMei 4, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share
    Facebook WhatsApp

    Notifedia.com, Parepare — Gelombang demonstrasi mahasiswa mengguncang Kota Parepare dengan tiga titik aksi utama: pertigaan Jalan Jenderal Sudirman–Ahmad Yani, depan Kantor Wali Kota Parepare, dan berakhir di Kantor DPRD Kota Parepare. Senin (4/5/2026)

    Aksi yang diklaim sebagai bagian dari momentum May Day dan refleksi Hari Pendidikan Nasional ini berubah menjadi sorotan publik, bukan hanya karena tuntutan yang dibawa, tetapi juga metode aksi yang menuai protes warga.

    Aksi di titik awal sempat memanas saat mahasiswa membakar ban di tengah jalan. Asap hitam pekat menyelimuti area permukiman warga sekitar. Sejumlah warga melayangkan protes keras karena asap masuk ke rumah dan mengganggu aktivitas, bahkan mengotori barang dagangan.

    Meski demikian, situasi tidak berkembang menjadi bentrokan. Aparat dan massa aksi tetap mampu menjaga kondisi terkendali. Namun, kejadian ini menjadi catatan serius: aksi menyuarakan kepentingan publik justru berpotensi merugikan publik lainnya.

    Di depan Kantor Wali Kota Parepare, mahasiswa secara bergantian melakukan orasi menggunakan megafon. Pemerintah sempat mengutus Asisten II, Andi Ardian, untuk menemui massa. Namun, mahasiswa menolak diwakili dan bersikeras meminta kehadiran langsung Wali Kota.

    Aksi kemudian diwarnai dengan pelaksanaan salat berjamaah di badan jalan sebagai bentuk simbolik perjuangan moral. Setelah itu, massa bergerak ke titik akhir di Kantor DPRD Kota Parepare.

    Perwakilan mahasiswa, Ketua HMI Cabang Kota Parepare, Muhammad Ilham, menegaskan bahwa aksi ini tidak sekadar seremonial tahunan. Mereka membawa dua spektrum isu: nasional dan lokal.

    Untuk isu nasional, mahasiswa menyoroti:
    – Desakan percepatan regulasi ketenagakerjaan dan outsourcing
    – Perlindungan buruh di tengah dinamika ekonomi modern

    Sementara itu, pada level daerah, tuntutan mereka lebih tajam dan konkret:
    – Mendesak Wali Kota Parepare menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang perlindungan dan kesejahteraan buruh dan tenaga kerja
    – Meminta kesejahtraan guru secara nasional
    – Menyoroti belum dibayarnya gaji PPPK selama empat bulan
    – Mempertanyakan keberlanjutan tenaga guru

    Mahasiswa juga menyinggung ketimpangan kebijakan, di mana pembentukan Satgas Protokoler oleh pemerintah disebut berjalan lancar secara pembiayaan, sementara hak pekerja lain seperti PPPK justru terabaikan.

    Aksi ini memperlihatkan adanya jurang antara kebijakan pemerintah dan realitas lapangan. Mahasiswa menilai, pemerintah kota belum menjadikan kesejahteraan tenaga kerja sebagai prioritas utama.

    Jika benar ada tenaga kerja yang tidak digaji selama berbulan-bulan, maka ini bukan lagi sekadar persoalan administratif melainkan kegagalan fungsi pengawasan dan tanggung jawab negara terhadap warganya.

    Demonstrasi ini menyampaikan pesan kuat tentang keresahan generasi muda terhadap kondisi ketenagakerjaan. Namun di sisi lain, metode aksi seperti pembakaran ban juga menuai kritik karena berdampak langsung pada masyarakat.

    Pemerintah Kota Parepare kini dihadapkan pada dua tantangan sekaligus: merespons tuntutan substantif mahasiswa dan memastikan ke depan ruang demokrasi tidak menimbulkan kerugian baru bagi warga

    Aksi anjuk rasa Aksi demonstrasi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) HMI Cabang Parepare Mahasiswa may day
    Share. Facebook WhatsApp
    Previous ArticleKetua LSM PAKAR Tenri Wara Soroti Anggaran Konsumsi Rp7,2 Miliar: “Ini Alarm Keras Pengelolaan APBD”
    notifedia
    • Website
    • Instagram

    Related Posts

    Ketua LSM PAKAR Tenri Wara Soroti Anggaran Konsumsi Rp7,2 Miliar: “Ini Alarm Keras Pengelolaan APBD”

    Mei 4, 2026

    Eks Kadisnaker Parepare “Lawan” Nonjob: Adukan Dugaan Abuse of Power ke Ombudsman

    April 29, 2026

    Stok Beras Bulog Parepare Tembus 150 Ribu Ton, Gudang Sampai Kelebihan Muatan!

    April 28, 2026

    Andi Muzakkir Aqil: Kemenangan LavAni Bukti Kekuatan Disiplin dan Kebersamaan

    April 27, 2026

    Comments are closed.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    © 2026 Notifedia.Com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?