Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Notifedia
    • Home
    • Regional
    • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Politik
    • Opini
    • Video
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Notifedia
    Home»Regional»Komunitas 588 dengan PLN UP3 Parepare Bahas Pemadaman Bergilir, Ini Penjelasan Muhammad Akbar
    Regional

    Komunitas 588 dengan PLN UP3 Parepare Bahas Pemadaman Bergilir, Ini Penjelasan Muhammad Akbar

    notifediaBy notifediaSeptember 10, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Notifedia.com, PAREPARE — Rencana aksi unjuk rasa yang sebelumnya dijadwalkan Komunitas 588 terkait pemadaman listrik bergilir di Kota Parepare akhirnya dialihkan menjadi audiensi dengan pihak PLN UP3 Parepare, Kamis (10/9/2026).

    Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara Komunitas 588 bersama sejumlah elemen masyarakat dengan Manager PLN UP3 Parepare, Muhammad Akbar, untuk membahas kondisi kelistrikan yang dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat.

    Dalam pertemuan itu, Muhammad Akbar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena pemadaman bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah.

    “Sebelumnya memang dari pihak PLN sendiri kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena sampai saat ini masih terdapat beberapa pemadaman bergilir di beberapa lokasi,” ujar Muhammad Akbar.

    PLTU Jeneponto Mengalami Pemeliharaan
    Menurut Muhammad Akbar, pemadaman terjadi akibat adanya pemeliharaan pada sistem pembangkitan listrik. Salah satu pembangkit yang mengalami persoalan adalah PLTU Jeneponto, khususnya pada bagian boiler.

    Ia menjelaskan, sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan ditopang oleh sejumlah pembangkit, termasuk pembangkit tenaga air dan pembangkit tenaga uap.

    “Pemadaman ini sebelumnya memang terjadi karena adanya pemeliharaan ketenagalistrikan di pembangkitan kami. Kemarin yang menjadi pemeliharaan merupakan pembangkit PLTU Jeneponto. Ada pemeliharaan boiler yang mengalami masalah,” jelasnya.

    Awalnya, kata dia, pihak pembangkitan memperkirakan proses penyelesaian dapat dilakukan dalam waktu sekitar lima hari.
    Namun, saat dilakukan uji coba awal atau test running, masih ditemukan gangguan sehingga pembangkit belum dapat disinkronisasikan dengan pembangkit lainnya.
    Kondisi tersebut menyebabkan waktu penanganan menjadi lebih panjang dari estimasi awal.

    “Saat menguji coba test running awal masih terjadi gangguan dan belum bisa disinkronisasi dengan pembangkit yang lain. Maka dibutuhkan perpanjangan waktu untuk pemadaman tersebut,” katanya.

    Muhammad Akbar mengatakan, PLN telah mengerahkan sekitar 230 personel untuk membantu percepatan penanganan di sisi pembangkitan.

    Personel tersebut, kata dia, bekerja secara bergantian mulai pagi, siang hingga malam untuk mempercepat proses perbaikan.

    “Kami dari PLN sudah mengerahkan 230 personel untuk mengatasi pemadaman dan memperkuat sisi pembangkitan. Teman-teman di pembangkitan sudah siaga dari pagi, siang sampai malam untuk mengerjakan perbaikan,” ungkapnya.

    Terkait durasi pemadaman, ia menjelaskan bahwa pada awal terjadinya gangguan, estimasi pemadaman di setiap lokasi mencapai sekitar empat jam.

    Namun setelah dilakukan perbaikan, durasi pemadaman disebut mulai mengalami penurunan menjadi sekitar dua hingga tiga jam.
    PLN berharap proses perbaikan pembangkit dapat segera diselesaikan sehingga pemadaman bergilir dapat dihentikan.

    Dalam audiensi tersebut, Muhammad Akbar juga menjelaskan bahwa sistem kelistrikan antarpembangkit di Sulawesi saling terkoneksi.
    Ketika salah satu pembangkit besar mengalami gangguan dan kehilangan daya sekitar 200 megawatt (MW), PLN harus melakukan pelepasan beban di sisi distribusi untuk menjaga kestabilan sistem.

    “Kalau pembangkit yang mengalami gangguan itu kehilangan sekitar 200 megawatt, maka kita juga harus melepas sebesar 200 megawatt di distribusi atau pelanggan untuk menjaga kestabilan sistem,” jelasnya.

    Penjelasan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari pihak Komunitas 588 yang mempertanyakan kondisi surplus daya yang sebelumnya disebut masih tersedia dalam sistem kelistrikan Sulawesi.

    Masyarakat meminta PLN memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai kondisi pasokan listrik, khususnya terkait pengaruh musim kemarau dan berkurangnya debit air pada pembangkit tenaga air.

    Komunitas 588 Minta Penjelasan Lebih Terbuka
    Dalam audiensi, perwakilan Komunitas 588 menilai persoalan pemadaman seharusnya dijelaskan secara menyeluruh kepada masyarakat.

    Mereka mempertanyakan apakah pemadaman hanya disebabkan oleh gangguan pada PLTU Jeneponto atau terdapat faktor lain, termasuk kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap pembangkit tenaga air.

    Masyarakat menilai penjelasan mengenai kondisi alam, apabila memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan listrik, justru akan lebih mudah diterima apabila disampaikan secara terbuka.

    “Kalau memang musim kemarau panjang menyebabkan debit air berkurang dan itu berpengaruh terhadap pembangkitan, sampaikan saja secara jujur kepada masyarakat. Itu lebih rasional untuk diterima,” menjadi salah satu poin yang disampaikan dalam audiensi.

    Komunitas 588 juga berharap PLN tidak hanya memberikan penjelasan mengenai gangguan pada salah satu pembangkit, tetapi turut menyampaikan kondisi sistem secara keseluruhan, termasuk kapasitas pembangkitan, kebutuhan beban, pengaruh musim kemarau serta langkah antisipasi ke depan.

    Audiensi tersebut akhirnya menjadi forum untuk mempertemukan berbagai pandangan antara masyarakat dan PLN terkait persoalan listrik di Kota Parepare.

    Komunitas 588 menegaskan, mereka tidak ingin persoalan tersebut berujung pada konflik, melainkan menginginkan transparansi, kepastian penanganan dan solusi jangka panjang agar pemadaman bergilir tidak terus berulang.

    Sementara itu, pihak PLN UP3 Parepare menyatakan akan terus melakukan upaya percepatan penanganan terhadap gangguan pembangkitan dan berharap kondisi kelistrikan dapat segera kembali normal.

    Hingga audiensi berlangsung, PLN belum dapat memastikan secara pasti kapan seluruh pemadaman bergilir akan dihentikan karena proses pemulihan pada sisi pembangkitan masih berlangsung.

    komunitas588 Kota parepare pemadamanbergilir PLNUP3Parepare
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    notifedia
    • Website
    • Instagram

    Related Posts

    Dari Latihan Penerjunan hingga Kostrad Peduli, Pangdivif 3 Kostrad Apresiasi Masyarakat Sidrap

    September 10, 2026

    Bupati Sidrap Paparkan Lonjakan Produksi Pertanian Saat Pangdivif 3 Kostrad Kunjungi Kanyuara

    September 10, 2026

    Kapolres Sidrap Hadiri Latihan Penerjunan Statik Yonif 431 di Desa Sereang

    September 10, 2026

    Comments are closed.

    Arsip
    • September 2026
    • Agustus 2026
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    Arsip
    • September 2026
    • Agustus 2026
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.