Notifedia.com, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menyambut kedatangan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto dalam rangkaian kegiatan Kostrad Peduli, latihan penerjunan statik, bakti sosial, dan panen raya yang berlangsung di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Kamis (10/9/2026).
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Divif 3 Kostrad yang telah memilih Kabupaten Sidrap sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan.
Menurut Bupati, kehadiran Pangdivif 3 Kostrad bersama jajaran menjadi sebuah kehormatan sekaligus momentum untuk memperkenalkan secara langsung potensi pertanian dan karakter masyarakat Sidrap.
Syaharuddin juga memperkenalkan filosofi masyarakat Sidrap melalui istilah “Saromasi” dan “Alamu”. Saromasi dimaknai sebagai karakter bekerja dengan ikhlas, tulus dan tanpa pamrih, sementara Alamu menggambarkan sifat dermawan masyarakat Sidrap.
“Ini khas karakter orang Sidrap. Orang Sidrap itu besar hati, ramah dan dermawan,” ujar Syaharuddin.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar di Kanyuara mencakup tiga agenda utama, yakni bakti sosial oleh Divif 3 Kostrad, latihan penerjunan statik, serta panen raya bersama masyarakat.
Syaharuddin kemudian memaparkan perkembangan sektor pertanian Sidrap yang menurutnya mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut, berdasarkan data yang disampaikan pemerintah pusat, Sidrap masuk dalam daftar daerah lumbung beras nasional. Dari 514 kabupaten di Indonesia, Sidrap berada pada peringkat ke-21 sebagai daerah lumbung beras.
“Pada tahun 2024, produksi gabah Sidrap sekitar 400 ribu ton. Namun pada tahun 2025, produksi sudah mencapai sekitar 700 ribu ton gabah,” ungkapnya.
Peningkatan produksi tersebut, lanjut Syaharuddin, turut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sidrap yang pada 2024 berada di kisaran 4 persen, kemudian meningkat menjadi 7,71 persen pada 2025.
Angka tersebut disebut menempatkan Sidrap sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan pada 2025.
Bupati juga mengungkapkan bahwa kunjungan Pangdivif 3 Kostrad menjadi kesempatan untuk menunjukkan kondisi pertanian Sidrap secara langsung, bukan sekadar berdasarkan laporan.
Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto bersama rombongan bahkan turut melihat secara langsung proses panen menggunakan mesin combine harvester, memeriksa hasil panen, hingga menimbang gabah yang dihasilkan petani Kanyuara.
Menurut Bupati, hasil timbangan gabah dari panen masyarakat setempat berada pada kisaran 130 hingga 147 kilogram per karung, yang menjadi salah satu gambaran produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Syaharuddin berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam mendukung pembangunan serta menjaga ketahanan pangan.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Sidrap untuk terus mendorong daerah tersebut menjadi salah satu sentra pertanian sekaligus memperkuat sektor-sektor lain yang menjadi potensi daerah.
“Semangatnya orang Sidrap adalah bekerja. Masyarakat bekerja, berkeringat dan menghasilkan pendapatan yang halal. Inilah semangat masyarakat Sidrap,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto, jajaran Divif 3 Kostrad, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yudha, Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, jajaran Pemkab Sidrap, DPRD Sidrap, serta masyarakat Kelurahan Kanyuara.
