Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Notifedia
    • Home
    • Regional
    • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Politik
    • Opini
    • Video
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Notifedia
    Home»Hukum & Kriminal»Antrean BBM di Parepare Mengular Meski Suplai Ditambah, Ini Permintaan Serius Wali Kota Tasming Hamid
    Hukum & Kriminal

    Antrean BBM di Parepare Mengular Meski Suplai Ditambah, Ini Permintaan Serius Wali Kota Tasming Hamid

    notifediaBy notifediaSeptember 15, 2026Updated:Oktober 9, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Notifedia.com, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare (Pemkot Parepare) serius menyikapi persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

    Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memimpin rapat monitoring dan evaluasi (Monev) terkait penyaluran BBM dan LPG di Kota Parepare, Senin (14/9/2026).

    Rapat Monev penyaluran BBM dan LPG berlangsung di Ruang Rapat Kantor Sekretariat Daerah Kota Parepare dan dihadiri Wakil Wali Kota Parepare, Ketua DPRD Parepare, jajaran Forkopimda, serta pihak Pertamina dan Hiswana Migas.

    Dalam waktu bersamaan, Pemkot Parepare juga mengikuti melalui Zoom rapat Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan terkait monitoring dan evaluasi penyaluran BBM dan LPG tingkat Provinsi Sulsel yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Selatan.

    Monev tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM dan LPG di tengah keluhan masyarakat terkait antrean panjang di sejumlah SPBU.

    Dalam rapat, pihak Pertamina mengklaim telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Salah satunya dengan mengusulkan penambahan kuota harian BBM ke wilayah Parepare melalui Pertamina Area Makassar.

    “Kita sudah usulkan ke area Makassar. Mudah-mudahan ada penambahan suplai ke area terminal kita di Parepare,” ungkap pihak Pertamina dalam rapat tersebut.

    Selain mengusulkan penambahan suplai, Pertamina juga mengaku telah menurunkan personel untuk melakukan monitoring dan pemantauan langsung di setiap SPBU.

    Langkah pengawasan juga diarahkan untuk mengantisipasi adanya kendaraan yang diduga melakukan pembelian BBM subsidi secara berulang atau menjadi pelansir.

    Pihak Pertamina Parepare meminta pengelola SPBU segera melaporkan nomor polisi kendaraan yang diduga melakukan aktivitas tersebut agar dapat ditindaklanjuti.

    Sementara itu, Wali Kota Parepare Tasming Hamid meminta Pertamina kembali mengevaluasi kebutuhan BBM masyarakat dan menambah kuota, khususnya BBM jenis Pertalite.

    Menurut Tasming, penambahan kuota yang telah dilakukan belum sepenuhnya mampu mengatasi antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU.

    “Kita berharap Pertamina mengusulkan lagi tambahan kuota BBM di Parepare. Meski ada tambahan sekian persen, tapi faktanya kita lihat masih banyak antrean di SPBU,” ujar Tasming Hamid.

    Ia juga meminta agar dilakukan pendataan ulang terhadap kebutuhan BBM di Kota Parepare. Menurutnya, data kebutuhan yang akurat penting untuk menentukan kuota yang benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Tasming menilai persoalan kebutuhan BBM di Parepare tidak bisa hanya dilihat berdasarkan jumlah kendaraan masyarakat setempat. Sebab, posisi Parepare sebagai kota lintasan membuat kendaraan dari luar daerah turut mengisi BBM di wilayah tersebut.

    “Sebaiknya didata baik-baik sehingga dapat diketahui pasti berapa jumlah kebutuhan BBM masyarakat. Secara garis besar memang ada tambahan, tetapi suplai yang ditambahkan tidak sesuai dengan kuota kebutuhan masyarakat Parepare,” katanya.

    Tasming menambahkan, Pertamina perlu mempertimbangkan karakteristik Parepare sebagai salah satu daerah yang menjadi jalur lintasan antardaerah.

    “Pertamina juga harus melihat bahwa Parepare ini kota lintasan sehingga banyak kendaraan dari luar mengisi BBM di Parepare,” tegasnya.

    Di tempat lain, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat evaluasi penanganan antrean BBM Sulsel.

    Dalam rapat evaluasi penanganan antrean BBM Sulsel, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman minta Pertamina menganalisis kebutuhan BBM di Sulsel, menyusul meningkatnya permintaan yang turut dipicu peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

    Rapat evaluasi penanganan antrean BBM Sulsel digelar di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (14/9/2026), dengan dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, unsur Forkopimda, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, serta Iswana Migas Sulsel.

    Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, kondisi antrean BBM saat ini mulai terurai. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan untuk memastikan pasokan yang tersedia mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat.

    Menurutnya, persoalan antrean tidak hanya berkaitan dengan jumlah pasokan, tetapi juga meningkatnya permintaan BBM subsidi. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah migrasi konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat adanya disparitas harga.

    “Intinya ada migrasi karena disparitas harga antara subsidi dan nonsubsidi. Sehingga ada migrasi antrean yang tadinya antre nonsubsidi sekarang beralih ke subsidi sehingga terjadi peningkatan,” jelasnya.

    Di tengah meningkatnya permintaan, pasokan BBM dari Pertamina sebenarnya telah mengalami peningkatan signifikan. Andi Sudirman menyebut pasokan yang sebelumnya berada di kisaran 700 kiloliter (KL) kini telah mencapai 1.300 KL pada kondisi tertentu.

    “Pasokan dari Pertamina sudah cukup tinggi, yang tadinya 700 KL sekarang sudah ada yang 1.300 KL. Akan tetapi antrean tetap meningkat,” ujarnya.

    Kondisi tersebut membuat Pemprov Sulsel meminta Pertamina tidak hanya meningkatkan pasokan, tetapi juga menghitung kembali kebutuhan BBM berdasarkan perubahan pola konsumsi masyarakat.

    Andi Sudirman meminta dilakukan analisis untuk mengetahui seberapa besar dampak migrasi konsumen terhadap kebutuhan BBM subsidi di Sulsel.

    “Maka kami meminta Pertamina melakukan analisis pengaruh migrasi ini untuk mengetahui berapa kuota BBM yang harus ditambahkan ke Sulsel,” katanya

    Humas pemkot Kota parepare Tasming hamid Wali kota parepare
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    notifedia
    • Website
    • Instagram

    Related Posts

    BAHAYA DI BALIK PELONGGARAN JARAK MINIMARKET: SIAPA YANG DIUNTUNGKAN, SIAPA YANG TERPINGGIRKAN?

    Oktober 7, 2026

    HMI Sektor Timur Bongkar Transparansi DPRD Parepare: Perubahan Perda Dipertanyakan, Dokumen Pembahasan Tak Kunjung Dibuka

    Oktober 6, 2026

    Penasihat Menteri Kelautan dan Wali Kota Parepare Kunjungi Kampung Nelayan Cempae

    September 29, 2026

    Comments are closed.

    Arsip
    • Oktober 2026
    • September 2026
    • Agustus 2026
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    Arsip
    • Oktober 2026
    • September 2026
    • Agustus 2026
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.