Notifedia.com, Parepare — Profesionalisme jajaran Polres Parepare kembali terlihat dalam merespons aspirasi masyarakat. Senin (20/4/2026), aparat kepolisian menerima kedatangan pengurus KAHMI Kota Parepare yang hendak melaporkan dugaan provokasi terkait video viral tokoh nasional Jusuf Kalla.

Meskipun Kapolres Parepare tengah menjalankan tugas di luar Sulawesi, pelayanan tetap berjalan optimal. Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Slamet, langsung mengambil peran mewakili pimpinan dan memastikan proses penerimaan berjalan tertib dan profesional.
“Bapak Kapolres sementara ada tugas dinas di luar daerah, sehingga kami mewakili beliau. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah datang menyampaikan laporan,” ujar Kompol Slamet di hadapan rombongan.
Ia menegaskan, setiap laporan yang masuk akan diproses sesuai prosedur yang berlaku. Polres Parepare juga membuka ruang komunikasi agar masyarakat memahami tahapan penanganan perkara secara transparan.
Pendekatan humanis juga ditunjukkan oleh Kasat Intelkam Polres Parepare, AKP Burhanuddin. Ia menjelaskan bahwa pihaknya terlebih dahulu menerima rombongan di ruang lobi sebagai bentuk pelayanan awal sebelum diarahkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
“Karena jumlah yang datang cukup banyak, kami arahkan terlebih dahulu untuk konsultasi. Namun secara prinsip, setiap laporan masyarakat tetap kami layani melalui SPKT sesuai prosedur,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk penyaringan awal agar laporan yang masuk dapat disusun secara sistematis dan memiliki dasar yang jelas sebelum diproses lebih lanjut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Agus, menegaskan komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu. Ia memastikan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk melapor, termasuk dalam kasus yang skalanya menjadi perhatian nasional.
“Laporan tetap kami terima. Namun tentu harus didukung dengan bukti awal yang jelas, seperti video asli dan pembanding. Ini penting dalam proses penyelidikan agar penanganannya objektif dan profesional,” tegasnya.
AKP Agus juga menambahkan bahwa setelah laporan diterima, pihaknya akan menerbitkan tanda bukti laporan sebagai dasar proses hukum. Selanjutnya, penyelidikan akan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan serta alat bukti tambahan, termasuk kemungkinan menghadirkan saksi-saksi terkait.
Dalam kasus ini, video yang beredar diduga telah dipotong dan dikaitkan dengan narasi tertentu, serta menyeret nama Abu Janda dan Ade Armando sebagai pihak yang disorot dalam laporan.
Polres Parepare menegaskan akan menangani perkara ini secara hati-hati, mengingat sensitivitas isu yang berkaitan dengan ruang publik dan potensi dampak sosial.
Kehadiran jajaran pejabat utama Polres dalam menerima langsung laporan tersebut menjadi bukti komitmen institusi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Tidak hanya menerima laporan, kepolisian juga aktif memberikan penjelasan teknis agar proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Dengan pendekatan profesional dan humanis ini, Polres Parepare diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara adil, proporsional, dan sesuai hukum yang berlaku.

