Notifedia.com, MAKASSAR — Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan resmi digelar di Graha Pena Fajar, Lantai 2, Kota Makassar, Selasa (2/6/2026). Kegiatan lima tahunan organisasi wartawan terbesar di Indonesia ini mengusung tema “Pers Sehat, Pers Maju”.
Konferensi tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan Ketua Umum PWI Pusat, Perwakilan Gubernur Sulsel, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, unsur Forkopimda, mitra kerja PWI, pengurus PWI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, serta ratusan peserta penuh dan peninjau dari kalangan insan pers.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap profesi jurnalistik serta lagu Mars PWI.
Ketua Panitia Konferensi, Faisal Palapa, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan konferensi tahun ini melibatkan sekitar 405 peserta, terdiri dari 305 peserta penuh dan sekitar 100 peserta peninjau.
“Konferensi ini merupakan hasil kerja panjang yang dipersiapkan sejak beberapa bulan terakhir. Panitia bahkan beberapa kali mengalami pergantian hingga akhirnya konferensi bisa terlaksana hari ini,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi wartawan di Sulawesi Selatan. Menurutnya, berdasarkan data Dewan Pers terdapat lebih dari 1.000 wartawan di Sulsel yang telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), namun baru sebagian yang terdaftar aktif di PWI.
“Ini menjadi catatan penting bagi pengurus ke depan agar terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan,” tambahnya.
Panitia juga memastikan pelaksanaan konferensi berjalan aman dan tertib dengan dukungan pengamanan dari aparat kepolisian dan unsur keamanan lainnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga marwah dan integritas organisasi di tengah dinamika dunia pers saat ini.
Ia menyebut, perkembangan teknologi digital menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“PWI harus menjadi rumah besar wartawan yang independen dan tidak boleh dipengaruhi kepentingan politik praktis. Organisasi ini harus tetap menjaga integritas dan profesionalisme,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga mengungkapkan bahwa PWI Sulsel kini telah memiliki gedung sekretariat baru di Jalan Macini Sawah, Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir membuka kegiatan menyampaikan apresiasinya terhadap peran pers dalam pembangunan daerah. Menurutnya, media memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu daerah.
“Kalau Makassar ditulis baik, maka orang akan mengenal Makassar dengan baik. Tapi kalau ditulis buruk tanpa dasar yang jelas, maka dampaknya juga besar,” kata Munafri.
Ia menegaskan bahwa profesi wartawan merupakan profesi mulia yang harus dijalankan dengan integritas tinggi. Munafri juga mengingatkan agar profesi pers tidak dijadikan alat tekanan maupun kepentingan pribadi.
“Jangan jadikan profesi ini sebagai tempat pelarian atau alat untuk menekan pihak tertentu. Pers harus menjaga profesionalisme dan menyampaikan kebenaran,” ujarnya.
Munafri bahkan mendorong agar pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan diperketat dan dilakukan secara berjenjang guna melahirkan wartawan yang benar-benar berkualitas.
Perwakilan PWI Pusat yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Djoko Tetuko Abdul Latif dalam sambutannya turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di internal organisasi. Ia menegaskan bahwa PWI merupakan organisasi profesi wartawan yang memiliki standar kompetensi, kode etik, dan sistem kaderisasi yang jelas.
“Pers sehat akan melahirkan wartawan yang profesional, independen, dan mampu menjadi pilar kontrol sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh tahapan Konferensi Provinsi PWI Sulsel telah berjalan sesuai mekanisme organisasi dan dilakukan secara transparan.
Sementara itu, sambutan Gubernur Sulawesi Selatan yang dibacakan oleh perwakilan, Asisten III (Bidang Administrasi Umum) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan H. Muhammad Arafah, menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi, transparansi, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan disinformasi di era digital, PWI diharapkan terus menjaga standar profesionalisme dan kualitas karya jurnalistik,” demikian isi sambutan tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyatakan komitmennya mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab dan mengajak insan pers terus berkolaborasi dalam pembangunan daerah.
Konferensi Provinsi PWI Sulsel 2026 dijadwalkan berlangsung hingga malam hari dengan agenda utama pemilihan Ketua PWI Sulsel dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi periode 2026-2031.

