Notifedia.com, Yogyakarta – Kemenangan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dalam ajang Proliga 2026 bukan sekadar catatan prestasi olahraga.
Di balik gelar juara yang diraih di GOR Amongrogo, tersimpan pesan kuat tentang persatuan, sportivitas, dan pembinaan karakter bangsa hal yang secara tegas disorot oleh Andi Muzakkir Aqil.
LavAni memastikan gelar juara usai menaklukkan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 dalam partai grand final yang berlangsung 25–26 April 2026. Gelar ini menjadi yang ketiga bagi LavAni setelah sebelumnya berjaya pada 2022 dan 2023.
Namun di tengah euforia kemenangan, perhatian publik juga tertuju pada pernyataan Andi Muzakkir Aqil yang menilai Proliga bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang strategis membangun nilai kebangsaan.
“Olahraga seperti Proliga ini memiliki makna lebih luas. Ini adalah ruang pemersatu, mempertemukan berbagai latar belakang dalam satu semangat yang sama,” ujar Muzakkir Aqil.
Menurutnya, atmosfer kompetisi yang sehat dan penuh sportivitas menjadi contoh nyata bagi generasi muda Indonesia. Ia menilai, pertandingan yang berlangsung ketat antara LavAni dan Bhayangkara Presisi justru menunjukkan kualitas karakter atlet nasional yang semakin matang.
Dalam laga final, LavAni tampil solid sejak awal pertandingan. Meski mendapat perlawanan sengit, konsistensi permainan dan kekompakan tim menjadi faktor penentu kemenangan.
Dominasi mereka juga tercermin dari penghargaan individu, di mana Boy Arnes Arabi dinobatkan sebagai MVP, sementara pelatih David Lee meraih predikat pelatih terbaik.
Andi Muzakkir Aqil menegaskan, keberhasilan LavAni adalah hasil dari kerja kolektif dan disiplin tinggi. Ia menyebut kemenangan tersebut layak menjadi inspirasi bagi pembinaan olahraga di daerah, termasuk dalam mencetak atlet muda berprestasi.
“Ini bukan hanya kemenangan tim, tetapi juga kemenangan sistem pembinaan yang baik. Semangat seperti ini yang harus terus ditanamkan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap Proliga terus berkembang menjadi kompetisi yang tidak hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga mampu melahirkan atlet yang siap bersaing di panggung internasional.
“Ke depan, kita ingin melihat lebih banyak atlet Indonesia tampil di level dunia. Proliga harus menjadi fondasi kuat menuju ke sana,” tutupnya.
Dengan sorotan tersebut, Andi Muzakkir Aqil menempatkan olahraga sebagai instrumen penting dalam membangun karakter, persatuan, dan masa depan generasi bangsa lebih dari sekadar perebutan gelar juara.

