Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook Instagram
    Notifedia
    FOLLOW Login
    • Home
    • Regional
    • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Politik
    • Opini
    • Video
    Notifedia
    Home»Regional»Dua Fraksi DPRD Parepare Soroti Kebocoran PAD pada Sejumlah OPD
    Regional

    Dua Fraksi DPRD Parepare Soroti Kebocoran PAD pada Sejumlah OPD

    notifediaBy notifediaSeptember 24, 20251 Komentar2 Mins Read
    Share
    Facebook WhatsApp

    Notifedia.com, Parepare – Dua fraksi di DPRD Parepare, yakni Fraksi Gerindra dan Fraksi Gelombang Amanat Demokrasi, menyoroti dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Parepare pada beberapa sektor. Sorotan itu disampaikan dalam rapat paripurna pandangan akhir fraksi terhadap Ranperda APBD Perubahan Tahun 2025, Rabu (24/9/2025).

    Juru Bicara Fraksi Gerindra, Muhammad Husain Saud, menyebut realisasi PAD Parepare masih jauh dari optimal dan belum mencerminkan potensi riil daerah.

    “Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menilai bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Parepare masih jauh dari optimal,” ujarnya.

    Menurut Husain, PAD Parepare seharusnya mampu menyentuh Rp400 miliar hingga Rp500 miliar berdasarkan analisis Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Namun ia menilai masih terdapat banyak kebocoran dan inefisiensi pada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

    “Namun dalam praktiknya masih terdapat banyak kebocoran dan inefisiensi di berbagai OPD,” jelasnya.

    Ia menyebut kebocoran pendapatan terlihat pada tiga OPD, yakni Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Perhubungan, serta Dinas PUPR melalui layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

    “Kebocoran tersebut terjadi pada pengelolaan pendapatan di Badan Keuangan Daerah, sektor parkir di bawah Dinas Perhubungan, dan penerimaan PBG pada Dinas PUPR,” ungkapnya.

    Fraksi Gerindra mendorong Pemkot Parepare beralih ke sistem pelayanan dan pembayaran berbasis digital untuk menekan potensi kebocoran.

    “Migrasi dari sistem konvensional ke platform digital terintegrasi tidak hanya akan meminimalisir kebocoran, meningkatkan kepatuhan wajib bayar, dan mempermudah pemantauan secara real-time, tetapi juga memberikan transparansi kepada masyarakat,” tambah Husain.

    Sementara itu, Juru Bicara Fraksi Gelombang Amanat Demokrasi, Ibrahim Suanda, juga menyampaikan bahwa PAD Parepare belum terealisasi secara maksimal, terutama pada sektor pajak dan retribusi.

    “Hal ini mengondisikan adanya kebocoran. Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat beban anggaran yang kian berat untuk membiayai 18 program unggulan,” ujarnya.

    Dprd kota parepare Humas DPRD Kebocoran PAD Kota parepare
    Share. Facebook WhatsApp
    Previous ArticleTM Pra Porprov 2025 Digelar di Parepare, POBSI Sulsel Siapkan Roadmap Musprov Oktober
    Next Article Pra Porprov Sulsel 2025 Cabor Biliard Resmi Dibuka di Parepare
    notifedia
    • Website
    • Instagram

    Related Posts

    Polemik PLT RT di Ujung Sabbang, Warga Minta Perlakuan Adil

    Maret 6, 2026

    Oknum Dosen Pelaku Cabul di Minimarket Parepare Resmi Jadi Tersangka

    Maret 5, 2026

    Dukung Ops Trisila-26, Lanal Aru dan KRI Dorang-874 Salurkan Sembako bagi Nelayan Pesisir di Tengah Laut

    Maret 4, 2026

    Andi Muzakkir Aqil Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Barru, Tekankan Peran DPR untuk Rakyat

    Maret 1, 2026

    1 Komentar

    1. fdertolmrtokev on Februari 9, 2026 16:36

      Perfectly written articles, Really enjoyed reading.

    Leave A Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    © 2026 Notifedia.Com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?