Notifedia.com, Makassar – Menjelang laga bergengsi antara PSM Makassar menghadapi Persib Bandung pada 17 Mei 2026 mendatang, semangat persaudaraan dan sportivitas ditunjukkan oleh dua kelompok suporter, Red Gank dan Viking Sulsel.
Kedua komunitas suporter tersebut sepakat menjaga kondusivitas serta menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan damai jelang duel panas yang akan digelar di Stadion Gelora BJ Habibie.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui agenda silaturahmi yang berlangsung hangat di salah satu kafe di Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan ini menjadi simbol penguatan persaudaraan antarsuporter sekaligus bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga citra sepak bola nasional agar tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak secara tegas menolak segala bentuk provokasi, kekerasan, maupun tindakan anarkis yang dapat mencederai jalannya pertandingan dan merusak semangat persatuan.
Mereka menilai rivalitas dalam sepak bola seharusnya dibangun di atas kompetisi sehat dan rasa saling menghormati.
Pembina Viking Sulsel, Ade Firmansyah, menegaskan bahwa sepak bola memiliki peran penting sebagai media pemersatu masyarakat lintas daerah dan latar belakang.
Menurutnya, budaya silaturahmi antarsuporter harus terus dipelihara demi menciptakan ruang pertandingan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh pencinta sepak bola.
“Pertandingan dapat berlangsung dengan tensi tinggi di lapangan, namun nilai persaudaraan antarsuporter harus tetap dijaga. Kami berharap seluruh penonton dapat hadir menikmati pertandingan secara aman dan tertib, serta meninggalkan stadion dengan kesan positif. Sepak bola pada hakikatnya merupakan sarana hiburan sekaligus pemersatu,” ujar Ade Firmansyah.
Senada dengan itu, Presiden Red Gank Sulsel, Daeng Kulle, mengajak seluruh pendukung kedua tim untuk menunjukkan kedewasaan dalam memberikan dukungan kepada klub kebanggaannya masing-masing.
Ia menekankan bahwa suporter memiliki tanggung jawab sosial dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang edukatif dan berintegritas.
“Kami berharap pertandingan ini menjadi tontonan yang berkualitas, sarat sportivitas, dan mencerminkan semangat persaudaraan. Dukungan terhadap tim harus diwujudkan secara positif dengan menolak segala bentuk tindakan destruktif yang merugikan perkembangan sepak bola Indonesia,” tegasnya.
Pertemuan antara Red Gank dan Viking Sulsel ini pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pecinta sepak bola.
Langkah tersebut dinilai sebagai contoh positif bahwa rivalitas antarsuporter dapat berjalan berdampingan dengan semangat persaudaraan demi kemajuan sepak bola Indonesia yang lebih aman, tertib, dan bermartabat.

