DPRD Kota Parepare Gelar Rakor Bersama KPK: Bahas Pencegahan Korupsi, Ketidaksepakatan APBD, dan Penguatan Tata Kelola

Notifedia.com, Parepare — DPRD Kota Parepare menerima kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka Rapat Koordinasi (Rakor) pencegahan korupsi pada pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, Selasa siang menjelang sore di ruang Paripurna Kota Parepare, Selasa,(2/12/25).
Pertemuan ini dihadiri pimpinan DPRD, anggota DPRD, Sekretaris DPRD, Inspektorat, kepala OPD terkait, serta jajaran ASN Kota Parepare. Tim KPK dipimpin oleh Tri Budi yang menyampaikan arahan panjang mengenai pencegahan korupsi dan dinamika tata kelola pemerintahan daerah.

Ketua DPRD Kota Parepare, Kaharuddin Kadir, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran KPK yang disebutnya sebagai tamu yang mulia dan membawa kabar baik. Ia menegaskan bahwa DPRD menyambut kehadiran KPK sebagai mitra untuk memperkuat pencegahan korupsi.
Kaharuddin kemudian menjelaskan sejumlah isu yang berkembang di publik, salah satunya terkait polemik penganggaran bantuan seragam sekolah SMA. Ia menegaskan bahwa DPRD bukan menolak, tetapi meminta regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar penganggaran.

“Kami harus hati-hati. Sebelum ada Perwali, kami tidak bisa menyetujui. Itu saran aparat penegak hukum juga. Kalau ada sesuatu, kami yang terseret,” jelasnya.
Selain itu, ia menyinggung dinamika kursus Bahasa Jepang yang diajukan melalui DAU-T Pendidikan namun ditempatkan pada Dinas Tenaga Kerja. Menurutnya, anggaran yang diajukan tidak rasional dan tidak sesuai nomenklatur.
“Kursus di sini hanya 1 juta per bulan per orang. Usulan awal 400–500 juta untuk 30 orang, diturunkan jadi 350 juta tetap tidak rasional,” tegasnya.
Ketua DPRD juga menyampaikan kekecewaan terhadap Sekda yang meninggalkan rapat resmi DPRD tanpa mengikuti pembahasan sampai selesai.
“Ini akrobat politik. Kami sedang pertimbangkan langkah kelembagaan,” ujarnya.
Perwakilan KPK, Tri Budi, membuka sambutannya dengan salam dan apresiasi kepada seluruh unsur DPRD dan pemerintah daerah yang hadir, seraya menanggapi langsung unek–unek yang disampaikan Ketua DPRD.
“Tidak apa-apa Pak Ketua all out. Memang di parlemen tempatnya bicara. Kalau diam saja, bukan parlemen namanya,” ujarnya.
Tri Budi menyinggung sejarah parlemen Indonesia pasca-kemerdekaan yang penuh perdebatan keras namun tetap menjaga persahabatan.
“Natsir dan Aidit dulu debat sampai mau lempar meja. Tapi keluar ruangan mereka ngopi bersama. Itu indahnya demokrasi,” katanya.
Ia mengkritik kondisi politik modern yang menurutnya terlalu mudah tersinggung.
“Sekarang banyak politisi baperan. Padahal tujuan parlemen satu: kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Tri Budi mengungkapkan bahwa dari seluruh daerah di Sulsel, Parepare bersama Palopo menjadi dua daerah yang belum menyelesaikan persetujuan APBD hingga batas waktu 30 November.
“Biasanya 25 daerah selesai tepat waktu. Tahun ini pecah telur. Saya pantau sampai 23.59,” jelasnya.
Namun ia menegaskan bahwa setiap persoalan selalu bisa diselesaikan jika kedua pihak DPRD dan Pemerintah Kota dewasa dalam bernegara.
Tri Budi menegaskan bahwa agenda hari itu adalah implementasi dari Astacita Presiden Prabowo, yakni memperkuat reformasi hukum, birokrasi, dan pemberantasan korupsi. Ia mengingatkan bahwa UU KPK 19/2019 mengutamakan pencegahan.
“Pasal 6 huruf A hanya bicara pencegahan. Penindakan tetap ada, tapi sekarang pencegahan yang diutamakan,” ujarnya.
KPK kini menggunakan sistem MCSP (Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention) sebagai instrumen mendiagnosis potensi korupsi di daerah.
“MCSP ini seperti MCU-nya pemerintah daerah. Delapan area kita cek, termasuk ketepatan waktu APBD,” jelasnya.
Karena keterlambatan persetujuan APBD, indikator Parepare dalam MCSP untuk area perencanaan penganggaran saat ini berstatus merah.
Tri Budi mendorong DPRD mengakses data kinerja tata kelola melalui www.jaga.id, yang menampilkan status hijau, kuning, merah seluruh daerah Indonesia.
KPK memaparkan:
Nilai MCP Parepare 2024: 87,18 (Hijau – Terjaga)
Nilai SPI: 72,44 (Merah – Rentan)
“Tata kelola Parepare sebetulnya baik. MCP-nya tinggi. SPI-nya masih merah tapi lebih baik dari banyak daerah lain. Ini bukan buruk, tapi area yang perlu diperkuat,” ujarnya.
Tri Budi menutup arahannya dengan ajakan untuk memperkuat sinergi dan komunikasi agar seluruh proses bisa kembali berjalan baik.
“Tidak ada masalah yang tidak bisa selesai. DPRD dan wali kota pasti ingin yang terbaik untuk masyarakat,” tutupnya.
Rakor tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi antara DPRD Kota Parepare, Pemerintah Kota, dan KPK dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Komentar (36)
Rekomendasi Untuk Anda
Komunitas 588 dengan PLN UP3 Parepare Bahas Pemadaman Bergilir, Ini Penjelasan Muhammad Akbar
- 10 September 2026 16:45 WITA
Notifedia.com, PAREPARE — Rencana aksi unjuk rasa yang sebelumnya dijadwalkan Komunitas 588 terkait pemadaman listrik bergilir di Kota Parepare akhirnya dialihkan menjadi audiensi dengan pihak PLN UP3 Parepare, Kamis (10/9/2026). Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara Komunitas 588 bersama sejumlah elemen masyarakat dengan Manager PLN UP3 Parepare, Muhammad Akbar, untuk membahas kondisi kelistrikan yang dalam […]
Aliansi Ormas Lintas Generasi Parepare Gelar Aksi “Selamatkan Indonesia”, Sampaikan 10 Tuntutan
- 20 Agustus 2026 10:55 WITA
Notifedia.com, PAREPARE — Aliansi Ormas Lintas Generasi Kota Parepare menggelar aksi demonstrasi dan mimbar bebas bertajuk “Parepare Bergerak, Aksi Merdeka Selamatkan Indonesia”, Kamis (20/8/2026). Aksi tersebut diawali di Jalan Delima, samping Islamic Center Kota Parepare, sebelum massa bergerak menuju Kantor DPRD Kota Parepare untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka. Dalam orasinya, Jenlap aksi Muchtasim Ari […]
MPC Pemuda Pancasila Parepare Soroti Pemadaman Bergilir: “Jangan Masyarakat Terus yang Menanggung”
- 23 September 2026 22:26 WITA
Notifedia.com, PAREPARE — Pemadaman listrik bergilir yang masih dirasakan masyarakat di Kota Parepare mendapat sorotan dari Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Parepare. Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Parepare, Fadly Agus Mante, meminta pihak PLN UP3 Kota Parepare memberikan pertanggungjawaban dan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait pemadaman listrik yang menurutnya dapat berlangsung hingga 4–5 […]
Gas Melon Kembali Melimpah, Pemkot Parepare Minta Warga Laporkan Penjual Nakal yang Jual di Atas HET
- 3 Agustus 2026 10:25 WITA
Notifedia.com, PAREPARE – Setelah sempat dikeluhkan langka di sejumlah titik, pasokan LPG subsidi 3 kilogram di Kota Parepare kini dipastikan kembali normal. Pemerintah Kota Parepare meminta masyarakat tidak lagi panik membeli gas melon dan mengajak warga ikut mengawasi praktik penjualan yang merugikan konsumen. Sekretaris Daerah Kota Parepare Amarung Agung Hamka menegaskan, distribusi LPG 3 kilogram […]
Bupati Sidrap Paparkan Lonjakan Produksi Pertanian Saat Pangdivif 3 Kostrad Kunjungi Kanyuara
- 10 September 2026 16:52 WITA
Notifedia.com, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menyambut kedatangan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto dalam rangkaian kegiatan Kostrad Peduli, latihan penerjunan statik, bakti sosial, dan panen raya yang berlangsung di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Kamis (10/9/2026). Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan […]
Penasihat Menteri Kelautan dan Wali Kota Parepare Kunjungi Kampung Nelayan Cempae
- 29 September 2026 21:22 WITA
Notifedia.com, PAREPARE – Warga nelayan di kawasan Kampung Nelayan atau Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Cempae, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Kota Parepare (Pemkot Parepare) terhadap masyarakat pesisir. Apresiasi tersebut disampaikan warga saat Wali Kota Parepare Tasming Hamid bersama Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Paonganan, S.Si., mengunjungi kawasan Kampung Nelayan Cempae, […]
SiLPA Rp89 Miliar dan SK Parsial Jadi Sorotan, LSM Minta Pemkot Parepare Buka Dokumen
- 17 September 2026 11:27 WITA
Notifedia.com, PAREPARE — Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) senilai sekitar Rp89 miliar melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah terkait perubahan atau pergeseran anggaran di Pemerintah Kota Parepare menjadi sorotan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sorotan tersebut disampaikan Sofyan, salah seorang pegiat LSM, saat memberikan tanggapannya di salah satu warkop yang ada di Kota Parepare, ia […]
PENYIMPANGAN ETIKA POLITIK TERSTRUKTUR DALAM PERSPEKTIF PUTUSAN MA
- 8 Oktober 2026 07:10 WITA
Ketika Putusan Pengadilan Dihadapkan pada Kalkulasi Kekuasaan Oleh: AmranPengurus ORDA ICMI Kota Parepare Dalam negara hukum, putusan pengadilan bukan sekadar dokumen yang selesai dibacakan di ruang sidang. Putusan pengadilan merupakan bagian penting dari mekanisme untuk memastikan bahwa kekuasaan tetap berada dalam koridor hukum. Karena itu, ketika Mahkamah Agung (MA) melalui kewenangan hak uji materiil menyatakan […]

Saat ini belum ada komentar