Notifedia.com, MAKASSAR — Pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan sains data di Sulawesi Selatan mulai diarahkan pada kolaborasi yang lebih luas antara dunia riset dan pendidikan tinggi.
Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan antara Ketua Tim Riset Data Science and Artificial Intelligence (DSAI) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Armin Lawi, S.Si., M.Eng., dengan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muslim Indonesia (Fikom UMI), Ir. Purnawansyah, S.Kom., M.Kom., MTA.
Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Dekan I Fikom UMI, Ir. Yulita Salim, S.Kom., M.T., MTA. Ketiganya membahas peluang penguatan sinergi akademik, riset, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kekuatan riset sains data dengan kapasitas pendidikan ilmu komputer. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan teknologi diharapkan tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi dapat diarahkan menjadi solusi yang memiliki manfaat nyata.
Prof. Armin Lawi menilai perkembangan sains data dan kecerdasan buatan perlu dibangun dengan tetap mengedepankan prinsip ilmiah, akurasi data, serta manfaat bagi publik.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan algoritma atau kecanggihan sistem yang dikembangkan. Teknologi juga harus mampu menjawab kebutuhan dan persoalan konkret yang berkembang di tengah masyarakat.
“Perkembangan teknologi informasi dan sains data tidak boleh sekadar berorientasi pada kecanggihan algoritmik semata, melainkan harus mampu menjawab kompleksitas persoalan riil di masyarakat,” ujar Prof. Armin.
Ia mengatakan, penguatan ekosistem riset DSAI dapat menjadi salah satu fondasi untuk melahirkan inovasi berbasis data yang memiliki metodologi jelas, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Dalam konteks Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur, menurutnya, kerja sama lintas perguruan tinggi memiliki posisi penting untuk memperluas kapasitas riset sekaligus mempercepat pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Dekan Fikom UMI Ir. Purnawansyah menyoroti pentingnya menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri digital.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung cepat.
“Sebagai institusi pendidikan tinggi komputer, Fikom UMI memandang bahwa kolaborasi riset strategis ini adalah kunci dalam mencetak lulusan dan talenta digital yang adaptif terhadap disrupsi teknologi,” kata Purnawansyah.
Menurutnya, penguatan kerja sama dapat diarahkan pada penyelarasan pendidikan, standar kompetensi, riset terapan, serta kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kemampuan yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Kehadiran Wakil Dekan I Fikom UMI Ir. Yulita Salim juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai penguatan kebijakan akademik dan kualitas pendidikan di bidang ilmu komputer.
Kolaborasi Unhas dan UMI tersebut berpeluang dikembangkan melalui berbagai program dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari penelitian bersama, pengembangan teknologi berbasis AI dan data, pendidikan, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan, pengembangan layanan publik, serta peningkatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Dengan semakin berkembangnya kebutuhan terhadap tenaga ahli di bidang data science dan AI, sinergi antara perguruan tinggi dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem talenta digital di kawasan timur Indonesia.
Kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi perguruan tinggi di Sulawesi Selatan untuk memperkuat posisi sebagai pusat pengembangan pengetahuan, inovasi dan sumber daya manusia di bidang teknologi.
