Beranda » Opini » Hardiknas 2025: Pendidikan Butuh Waktu dan Konsistensi Pemerintah

Hardiknas 2025: Pendidikan Butuh Waktu dan Konsistensi Pemerintah

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ahmad Faisal Idrus
(Mahasiswa Pascasarjana UNM Prodi S-2 Pendidikan Fisika)

HARI Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang setiap tahunnya kita peringati pada tanggal 2 Mei adalah momentum untuk melakukan refleksi terhadap pendidikan kita di Indonesia.
Untuk melihat kemajuan pendidikan, kita memerlukan pondasi yang kuat dalam sistem pendidikan, tentunya kita harus berawal dari pendidikan dasar bahkan sebelum dasar hingga ada yang beranggapan dari gizinya dulu.

Isu kita masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya apabila merujuk ke hasil PISA 2022 bahwa literasi dan numerasi kita masih rendah. Mungkin kita bertanya-tanya: ada apa dengan literasi dan numerasi? q
Perlu kita pahami bersama bahwa kedua hal ini adalah pondasi untuk mempelajari dan mendalami sebuah ilmu. Literasi dan numerasi ini adalah bekal kita menjadi longlife learner (pembelajar sepanjang hayat).

Selain itu, PISA juga mengukur tentang kemampuan growth mindset yang apabila kita aplikasikan maksudnya yaitu: jika saya belajar maka saya bisa melakukan perubahan. Isu lain juga bahwa anak-anak belajar karena ingin lulus sekolah, lalu kerja bukan tentang curiosity, rasa ingin tahu, rasa penasaran terhadap ilmu pengetahuan.
Sering kali penulis menyampaikan, bahwa sekolah ataupun kuliah itu bukan sepenuhnya untuk bekerja, tapi juga untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan–belajar melihat suatu hal dari sudut pandang yang lain dan mengolah cara berpikir.

Lalu kemudian sering sekali kita rasakan berganti menteri, berganti kebijakan, dan berganti kurikulum. Di tahun 2025 ini, kita melihat realitas bahwa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah berganti, tentu menjadi diskusi di kalangan masyarakat–apalagi guru–apakah kurikulum akan teganti lagi? Lalu kondisi ini membuat kita bertanya: lebih penting mana, kurikulum atau kualitas guru?
Saya ingin mengajak kita berhenti untuk memperdebatkan hal tersebut, sebab keduanya sama-sama penting. Kurikulum adalah alat bagi guru untuk melakukan tugas pengajarannya.
Dan yang kita perlukan hari ini adalah konsistensi kurikulum dan memberikan waktu kepada guru untuk terampil mengimplemintasikan alat bantunya. Mari melihat implementasi itu sebagai proses belajar dari guru.
Kebijakan perubahan kurikulum yang dilatarbelakangi distrust terhadap guru kini menjadi kurikulum yang trust kepada guru atau Merdeka Belajar. Dari yang guru dibekali materi pengajaran hingga guru dipercayakan penuh untuk memilih dan mengolah sendiri materi ajarnya.
Harapannya, kurikulum tidak berganti lagi tetapi memberikan waktu kepada guru untuk menggunakan kurikulumnya dengan baik dan dengan bekal kepemimpinan instruksional yang dimiliki oleh guru.

Pada proses pendidikan hingga saat ini, pemerintah bekerja dengan berorientasi pada output bukan dengan outcome. Output yang dimaksud adalah jumlah sekolah yang diperbaiki, guru yang mendapat sertifikat, dan jumlah kelas yang diperbaiki. Sedangkan contoh outcome yang bisa kita maknai secara lebih luas, setidak-tidaknya kita dapat menghasilkan pengetahuan baru: orang Indonesia meraih Noble (pikir penulis).

Karena berorientasi dengan output, sehingga gambaran besar tentang pendidikan kita tertutup. Selanjutnya, pemerintah punya alokasi resources, dengan kebijakan 20 persen dari APBN untuk pendidikan maka semua yang diinginkan oleh pendidikan kita itu seharusnya bisa kita capai.
Kenyataannya, rezim pembangunan yang ketat secara finansial di tengah kebijakan efisiensi anggaran tetapi kita harus melihat sektor-sektor yang harus dikecualikan yaitu pendidikan dan riset itu sendiri salah satunya.
Suka atau tidak suka, kita harus mengakui pendidikan kita dipolitisasi. Kita tidak kekurangan orang pintar di pemerintahan. Hanya saja, posisi pemimpin yang selalu diisi oleh orang politik sehingga pikirnya cuma menghadirkan legacy atau jejak yang besar yang malah sebaiknya melanjutkan apa yang ditinggalkan pemimpin atau Menteri Pendidikan sebelumnya.

Kembali ke isu awal terkait literasi dan numerasi. Penulis menyarankan yang pertama menghadirkan tim debat di setiap kelas dimulai dari SMP hingga ke SMA yang kemudian akan membuat peserta didik melihat persepsi dari orang lain dan peserta didik juga juga mampu berempati pada persepsi yang kadang-kadang tidak disetujui.
Debat kita ketahui kadang mendukung mosi, sehingga kita bisa menyusun argumen dan mengkomunikasikan argumen tersebut. Peserta didik secara tidak langsung akan berliterasi dan mengasah kemampuan itu. Kedua, diadakannya Kelas Filosofis atau kelas alternatif yang membuat peserta didik mempertanyakan kebenaran saat ini, mempertanyakan aksioma yang dianggap kenyataan, mempertanyakan status quo atau kebiasaan-kebiasaan.
Dengan ini, saya yakin generasi kita baik sekarang dan yang akan datang dapat menjadi longlife learner, baik anak-anak maupun orang dewasa dengan caranya masing-masing hingga kita menemukan masa keemasan di Indonesia Emas 2045.

Sebagai penutup, refleksi Hari Pendidikan Nasional, penulis ingin mengajak kita semua mengingat bagaimana Jawaharlal Nehru melihat pendidikan di India. Beliau beranggapan bahwa satu-satunya yang mampu memajukan India adalah Scientific Temper (Perangai Ilmiah). Satu lagi, saat Nagasaki dan Hiroshima dijatuhi bom atom. Pertanyaan pertama Kaisar Jepang, Hirohito adalah: berapa banyak guru yang tersisa? Sepenting itulah pendidikan.

Khusus untuk kita di Indonesia, apakah pendidikan berbasis pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia sebagai hak dasar warga negara. Atau pendidikan masih dilihat oleh negara sebagai investasi keluarga. Sebab, saat ini pendidikan hanya sebagian besar dapat dienyam oleh kelas menengah dan kelas atas. Apakah pendidikan ini kebutuhan negara atau kebutuhan rumah tangga?

‘Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025’

Komentar (20)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

HARKOPNAS KE-79 SULSEL: KETIKA HARI KOPERASI BERUBAH MENJADI EXPO

HARKOPNAS KE-79 SULSEL: KETIKA HARI KOPERASI BERUBAH MENJADI EXPO

  • 11 Oktober 2026 15:15 WITA
  • notifedia

Seremoni, Eksklusivitas Program, dan Ancaman Hilangnya Jati Diri Gerakan Koperasi Oleh: Amran Perjalanan pulang dari Sorowako menuju Parepare menyisakan sebuah pertanyaan mendasar tentang arah gerakan koperasi di Sulawesi Selatan: apakah Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) masih menjadi momentum untuk memperkuat ideologi dan kemandirian ekonomi rakyat, atau perlahan berubah menjadi agenda seremoni yang lebih menonjolkan pameran dan […]

Belasan Ribu Jiwa Terancam Narkoba, BNNP Sulsel Ungkap 40 Kasus Sepanjang 2026

Belasan Ribu Jiwa Terancam Narkoba, BNNP Sulsel Ungkap 40 Kasus Sepanjang 2026

  • 16 September 2026 13:21 WITA
  • notifedia

Notifedia.com, MAKASSAR — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan kembali menunjukkan keseriusannya dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Barang bukti hasil pengungkapan sejumlah kasus narkotika sepanjang periode Maret hingga Agustus 2026 dimusnahkan melalui prosedur hukum yang berlaku, Rabu (16/9/2026). Pemusnahan tersebut mencakup 993,1051 gram sabu dan 2.060 gram kokain yang sebelumnya telah diamankan penyidik sebagai […]

Sekda Parepare Pimpin Pemantauan Distribusi LPG 3 Kg, Pemkot Pastikan Stok Aman dan Awasi Penyaluran

Sekda Parepare Pimpin Pemantauan Distribusi LPG 3 Kg, Pemkot Pastikan Stok Aman dan Awasi Penyaluran

  • 4 Agustus 2026 14:54 WITA
  • notifedia

Notifedia.com, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Perdagangan, dengan pengawalan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Amrung Agung Hamka, turun langsung melakukan pemantauan distribusi LPG 3 kilogram ke sejumlah agen dan pangkalan, Selasa. 4/8/26. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran sekaligus menelusuri penyebab meningkatnya kebutuhan LPG 3 kilogram di […]

Wali Kota Tasming Hamid Sambut Positif Kejurda Bhayangkara Road Race, Sebut Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Otomotif

Wali Kota Tasming Hamid Sambut Positif Kejurda Bhayangkara Road Race, Sebut Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Otomotif

  • 4 Juli 2026 15:15 WITA
  • notifedia

Notifedia.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyambut positif pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bhayangkara Road Race Seri II Kota Parepare yang digelar di Sirkuit Terminal Lumpue, Kecamatan Bacukiki. Ajang balap motor tersebut berlangsung selama dua hari dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara. Tasming Hamid menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Parepare, panitia pelaksana, […]

Emosi Memuncak Saat Rekonstruksi, Keluarga Korban Penikaman Tikala Nyaris Kejar Pelaku

Emosi Memuncak Saat Rekonstruksi, Keluarga Korban Penikaman Tikala Nyaris Kejar Pelaku

  • 10 Agustus 2026 19:21 WITA
  • notifedia

Notifedia.com, TORAJA UTARA – Suasana rekonstruksi kasus penikaman yang menewaskan Elius Sonda Randanan (19) di Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, berlangsung tegang. Emosi keluarga korban memuncak saat melihat langsung para terduga pelaku memperagakan kembali sejumlah adegan dalam perkara tersebut yang berlangsung di Kantor Polres Toraja Utara. Senin, 10/8/26. Tak mampu menahan amarah dan rasa kehilangan, […]

Kapolres Sidrap Hadiri Latihan Penerjunan Statik Yonif 431 di Desa Sereang

Kapolres Sidrap Hadiri Latihan Penerjunan Statik Yonif 431 di Desa Sereang

  • 10 September 2026 12:04 WITA
  • notifedia

Notifedia.com, SIDRAP — Kapolres Kabupaten Sidrap AKBP Indra Waspada Yudha turut menghadiri kegiatan Latihan Penerjunan Statik yang dirangkaikan dengan kegiatan Bakti Sosial dan Pesta Panen di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin Divisi 3 Kostrad dalam meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit. Pada pelaksanaan kali […]

PENYIMPANGAN ETIKA POLITIK TERSTRUKTUR DALAM PERSPEKTIF PUTUSAN MA

PENYIMPANGAN ETIKA POLITIK TERSTRUKTUR DALAM PERSPEKTIF PUTUSAN MA

  • 8 Oktober 2026 07:10 WITA
  • notifedia

Ketika Putusan Pengadilan Dihadapkan pada Kalkulasi Kekuasaan Oleh: AmranPengurus ORDA ICMI Kota Parepare Dalam negara hukum, putusan pengadilan bukan sekadar dokumen yang selesai dibacakan di ruang sidang. Putusan pengadilan merupakan bagian penting dari mekanisme untuk memastikan bahwa kekuasaan tetap berada dalam koridor hukum. Karena itu, ketika Mahkamah Agung (MA) melalui kewenangan hak uji materiil menyatakan […]

Lebih dari 400 Travel Agent Terancam Gulung Tikar, Kerja Sama dengan PELNI Tak Diperpanjang

Lebih dari 400 Travel Agent Terancam Gulung Tikar, Kerja Sama dengan PELNI Tak Diperpanjang

  • 18 September 2026 08:40 WITA
  • notifedia

Notifedia.com, Parepare — Kebijakan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI untuk tidak memperpanjang kerja sama dengan travel agent konvensional mulai mendapat sorotan. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak serius terhadap keberlangsungan usaha ratusan pelaku jasa perjalanan yang selama ini menjadi mitra penjualan tiket PELNI. Rizaldy, salah seorang pengamat yang juga pelaku usaha travel agent, […]

×
×